Kemacetan Lalu lintas merupakan salah satu masalah  yang sering terjadi di kota-kota besar. Kemacetan lalu lintas yang terjadi sangat meresahkan masyarakat. Sejauh ini banyak sudah pilihan-pilihan alternatif yang ditempuh untuk mengatasi kemacetan tersebut. Banyak kota-kota besar memilih mengubah jalur transportasi/sirkulasi kendaraan bermotor,namun ada juga alternatif lain yang ditempuh oleh pemkot daerah masing2,salah satunya yaitu penyediaan bus way untuk DKI jakarta dan “TRANS JOGJA” untuk DI Yogyakarta. Penyediaan trans jogja mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,namun ada pula respon yang negatif dari masyarakat lain khususnya di kalangan PKL. Hal ini terlihat jelas dengan adanya berbagai macam ancaman yang dibuat oleh para PKL tersebut. Disatu sisi PKL merupkan sosok yang meresahkan kegiatan masyarakat khususnya PKL didaerah sekitar kawasan Pedestrian. Namun disisi lain bukan hanya para PKL, namun pemerintah pun bisa dikatakan begitu. Sebagai contoh.  Pemberhentian bus trans jogja saja di alokasiskan tepat di lokasi pedestrian. Hal ini membuktikan bahwa bukan hanya PKL tetapi juga pemerintah kadang melanggar fungsi penyediaan infrastruktur kota.

Ibaratnya mengobati satu penyakit tapi menyebabkan munculannya penyakit yang baru, itulah permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah kota Jogjakarta sekarang ini. Dihadapkan pada permasalahan yang rumit seperti ini, tampaknya pemkot tetap berpendirian pada apa yang telah menjadi kebijakannya yaitu tetap merealisasikan proyek pengadaan TRANS JOGJA. Tinggal sekarang masyarakat menilai apakah langkah yang diambil Pemkot sudah tepat..? atau hanya akan menimbulkan masalah baru….?

Kembali lagi pada pokok permasalahan diatas yaitu solusi atau masalah baru, tampaknya pemkot dihadapkan pada pilihan yang sulit, pertama pemkot ingin agar masalah transportasi terutama kemacetan bisa diatasi, dalam artian tidak sampai terjadi seperti halnya yang terjadi di Jakarta, karna indikasi akan kejadian serupa sudah mulai nampak belakangan ini, tapi dilihat dari sisi lain sudah mulai muncul indikasi dari kebijakan tersebut, salah satunya permasalahan yang timbul akibat ketidakpuasan dari pihak PKL. Apakah tindakan yang seharusnya di ambil oleh Pemkot..?

Dengan berbagai macam pertimbangan, diharapkan Pemkot dapat menentukan pilihan yang paling tepat untuk Kota Jogjakarta tercinta ini, dimasa sekarang ataupun di masa-masa yang akan datang. Dampak yang akan timbul dari kebijakan ini pun harus segera dicarikan solusinya. Jika pemda tetap merelisasikan maka banyak masalah akan bermunculan. Masalah yang timbul dikarenakan kurang jelinya pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut, khususnya dalam penempatan shelter-shelter di setiap lokasi. Sebagai masalah awal yaitu ancaman dari PKL, yang berikutnya yaitu penyalahgunaan fungsi pedestrian, yang lebih parah lagi yaitu lokasi shelter berada pada titik-titik rawan kemacetan  di jogja. Sebagai contoh disebelah timur mall ambarukmo. Sebagai langkah awal penyediaan trans jogja saja sudah menimbulkan masalah,apalagi kedepannya…………..????

Yang harus menjadi prioritas utama pemkot jogja yaitu bagaimana memanajemenkan sistem transportasi yang ada skarang, mengingat ruas jalan yang ada di jogja ini tidak terlalu besar, ditambah lagi dengan penggandaan fungsi badan jalan sebagai lahan parkir.

Mungkin sejauh ini sudah sangat jelas, bahwa kebijakan yang ditetapkan malah akan meningkatkan tingkat kemacetan di kota jogja, mengingat tidak ada jalur khusus untuk dilalui oleh bus patas(trans jogja), yang artinya jalur yang ada akan digunakan oleh semua kendaraan bermotor termasuk Bus Trans Jogja.

Namun bisa dikatakan kebijakan ini hampir sampai pada titik akhir. So ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, bagaimana kita secara bersama-sama bisa mencegah hal-hal yang akan terjadi nanti, toh itu untuk kita sendirikan. Harapannya, semoga peningkatan evaluasi menjadi hal yang diutamakan untuk perbaikan kedepannya.

courtesy by Builtplan buletin Teknik Planologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s